Keterarahan dalam hidup adalah keniscayaan.
Suatu keyakinan yang harus dipegang teguh adalah bahwa Allah lebih mencintai orang –orang yang berjuang dengan barisan atau dengan perencanaan yang matang, seperti sebuah bangunan yang kokoh.
Terbentuknya sebuah bangunan yang kokoh butuh perencanaan pembangunan yang matang, mulai dari awal sampai akhir…
Demikian juga hidup ini…
Ketika kita biarkan hidup ini mengalir begitu saja
tanpa ada persiapan, perencanaan dan manajemen diri yang baik
disaat itulah kita sedang membangun kegagalan diri sendiri
Mati sebelum kematian yang sebenarnya datang…
Kalau kita hanya sibuk memperhatikan apa kata orang tentang kita
lalu menghabiskan waktu untuk mengikuti pendapat mereka
sibuk menyocokkan diri dengan kemauan- kemauan tersebut
Dikala itulah kita telah kehilangan jati diri
kita kehilangan “aku diri” dan “aku ideal”
terjerumus kepada “aku sosial” yang beragam tanggapannya.
Saatnya kita tentukan diri sendiri
dengan tidak mengabaikan masukan-masukan yang akan membangun diri
jadikan “aku ideal” sebagai acuan
jangan biarkan diri dalam ketidak pastian
yakinlah orang yang punya kemauan diri yang keras
kesungguh-sungguhan yang luar biasa
menjadi pembelajar yang sejati
akan menjadi sang juara di dalam kompetisi hidup di dunia ini
juga di akhirat kelak…insya Allah…
ketika Al qur’an dan sunnah Rasulullah sebagai “aku idealnya”
Wahai jiwa yang pemberani..
teruslah bergerak
halau seluruh penghalang
patahkan semua rintangan