Sudah menjadi “sunnah kauniyah” barangsiapa yang melaksanakan kunci-kunci manajemen dengan baik (planning, organizing, actuating, controlling dan evaluating) akan memperoleh kesuksesan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang-orang yang hanya menjalani aktivitas seperti “air yang mengalir”. Tidak peduli agama, ras, suku atau pun bangsa, selama ia komit menjalnkan kunci-kunci manajemen tadi maka kesuksesan/kemajuan akan diraihnya.
Studi kasus di negeri kita Indonesia, perusahaan swasta atau perusahaan asing kadangkala jauh lebih mampu bertahan dan berkembang dibandingkan dengan perusahaan yang dikendalikan atau dipegang oleh pemerintah. Banyak BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang mengeluh, tidak mampu bertahan, malahan selalu merasa merugi. Paling fenomenal adalah PLN (Perusahaan Listrik Negara), dari tahun ke tahun tidak ada perkembangan berarti, malahan selalu laporannya merugi. Alasan debit air yang turun, terjadinya pencurian arus, selalu menjadi alasan kerugian. Akibat yang paling dirasakan masyarakat adalan pematian listrik yang begitu sering di negeri ini.
Sekarang kita tinggalkan segala “tetek bengek” alasan tadi. Mari kita mencoba mencari titik akar permasalahan yang menimpa negeri ini. Jangan pernah menjadikan keterbasan Sumber Daya Alam sebagai alasan tidak maju-majunya negeri kita, karena negeri kita adalan “segumpal tanah surga” yang Allah lemparkan ke bumi ini. Apapun ada di negeri kita tercinta ini.
Perlu kita sorot adalah “orang-orangnya” di negeri ini. Penyebab terbesar sulit berkembang dan majunya negeri ini adalah karakter bangsa ini. Ada beberapa karakter yang perlu diperbaiki dari bangsa ini:
- Malas
Ini adalah penyakit terbesar yang melanda bangsa Indonesia. Penjajahan selama 3,5 abad oleh bangsa Belanda menjadikan orang-orang negeri ini