Semua berawal dari impian….
Islam menamakannya niat
Ahli manajemen menjuluki perencanaan
Barat memanggilnya planning
Terserah…
Impian adalah hak semua orang
Tidak ada yang berhak membatasinya
Apalagi melarangnya…
Saya juga ingin menggapai impian itu…
Keyakinan akan istijabah Allah atas do’a-do’a
Di ikuti dengan sunnatullah berikutnya
“kerja keras dan tawakkal ilallah”
Yakinlah tiada maksud yang takkan sampai
Tiada keinginan yang takkan terkabul
Selama itu sunnatullah kehidupan…
Waktu SMU saya bercita-cita masuk Unand
Yang ketika itu tidak mungkin rasanya dapat dijangkau
Baik oleh prestasi atau pun keuangan orang tua waktu itu
Namun ketika do’a berbaur dengan mujahadah
Semua jalan terbuka..
Masuk lewat jalur PMDK dan pintu rezki pun Allah betangkan seluas-luasnya.
Waktu kuliah saya memimpikan hadirnya seorang pendamping hidup
Yang akan mendatangkan ketenangan jiwa
Menjauhkan diri dari maksiat…
Kemudian Allah datangkan seorang wanita yang cantik shalehah
Empat tahun yang lalu saya meletakkan karier peneliti sebagai plan B
(Dosen sebagai plan A nya)…
Meski dulu terasa mustahil…
Tapi bagi Allah semuanya begitu mudah “Kun Fayakun”
Hari ini tinggal merangkai serpihan-serpihan mimpi
Menjadi kumpulan kenyataan yang tertata rapi dan indah
Calon peneliti….harapan panjangnya jadi peneliti utama… amiiin
Menyambung kuliah…
Semoga Allah bentangkan jalan menuju post doctor
Semua ini bukan untuk gaya-gayaan
Apalagi sekedar prestise….
Semua ini
Insya Allah untuk kehidupan yang lebih baik…
Bukan individu….tapi untuk SEMUA…. Insya Allah
Untuk Kejadjaan Bangsa (motto unand)
Untuk menjadi pribadi yang mushlih… (nama anakku)
Untuk menjadi….insanul kamil
“laa yuk minuu ahadukum hattaa yuhibbaa li akhi maa yuhibbuu li nafsif”
TU Balitbu Tropika
11 Juli 2008
09.55 wib
mantap zen..
alah lamo indak kasiko.. banyak tulisan baru kironyo
ya, apa yang tidak mungkin jika Allah bersama kita.. selamat merajut impian yang lain bang, insyaAllah bisa